PON 2016 -- Verdiana Rihandini cetak "hattrick" emas anggar

Sabtu, 24 September 2016 02:45 WIB | Dilihat 10635 Kali
Atlet anggar Kalbar Verdiana Rihandini mengibarkan bendera kontingennya usai menang melawan atlet anggar Kaltim Chintya Anreiny Pua dalam final nomor floret perorangan putri PON XIX Jabar di Hotel Harris, Bandung, Jumat (23/9). Verdiana meraih medali emas setelah mengalahkan Chintya dengan skor 15-5. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/P003)
Bandung (ANTARA News) - Atlet anggar Kalimantan Barat (Kalbar) Verdiana Rihandini meraih tiga kemenangan (hattrick) medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah pada final nomor foil perorangan putri mengalahkan atlet asal Kalimantan Timur (Kaltim) Chintya Anreiny Pua dengan skor 15-5.

Pada pertandingan yang digelar di Bandung, Jumat (23/9), perempuan yang akrab disapa Dian itu berhasil menorehkan sejarah dalam perjalanan karirnya karena selama tiga kali PON berturut-turut sejak PON Palembang tahun 2004 selalu berhasil meraih emas pada nomor spesialisasi.

"Pada saat PON di Palembang, saya mengalahkan Paulani Ratu dari Sulut, dan dua PON berikutnya di Kaltim dan Riau selalu bertemu Chintya di final," kata Verdiana.

Ia mengatakan sudah paham dengan cara bermain Chintya sehingga dapat menaklukkannya secara mudah pada partai pamungkas di dua kali PON.

"Saya dan Chintya sama-sama atlet pelatnas, jadi sudah sama-sama tahu cara bermain masing-masing. Apalagi, sebelum PON ini sejak Februari hingga Juni gabung pelatnas," kata Dian.

Pada pertandingan final ini, Chintya nyaris dibuat tidak berkutik oleh Dian. Sejak awal babak, Chintya sama sekali tidak dapat mengembangkan permainan.

Strategi serangan balik (counterattack) mendominasi permainan Dian dalam menaklukkan Chintya dipadukan dengan variasi tempo permainan dan titik sasaran.

Sementara itu, Chintya hanya sesekali mencuri poin dari kelengahan Dian dengan mengandalkan serangan langsung dengan terlebih dahulu mengambil hak serang.

Meski ada sedikit variasi permainan, tapi tetap saja Chintya selalu terkecoh dengan cara yang sama hingga poin 4-12. Meski sempat memberikan perlawanan dengan mencetak poin bersih satu lampu, tapi tetap saja Chintya tidak dapat mengimbangi permainan Dian yang semakin menanjak hingga akhir game.

Keuntungan Chintya sebagai pemain kidal seakan tak berguna bagi Dian lantaran ia sedapat mungkin menghindari permainan pare reposte dan contra reposte.

Dian akhirnya berhasil mengunci lawannya dengan skor 5-15 setelah poin terakhirnya melalui strategi serangan baliknya berbuah satu lampu.

Berdasarkan hasil ini peanggar usia 33 tahun ini meraih medali emas, sementara Chintya harus puas pada tempat ketiga, disusul Erlin Erviana (Kaltim) yang dikalahkan Verdiana 15-12, dan Mery Ananda yang dikalahkan Chintya 15-10.

Pertandingan anggar akan berlanjut pada Sabtu (24/9) untuk jenis senjata perorangan foil putra dan peorangan epee putri.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2016

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

PON 2016 - Jawa Barat juara umum anggar

Tim tuan rumah Jawa Barat menjadi juara umum anggar Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 di Bandung, 23-29 September, setelah mengumpulkan lima medali emas, dua perak dan tiga perunggu.

PON 2016 - Sumurung sukses balas kegagalan di Riau untuk sabet emas gulat

Pegulat andalan Sumatera Utara, Sumurung Siregar, mempersembahkan medali emas untuk kontingennya pada hari kesebelas Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat, Selasa malam, yang sekaligus memupus kegagalan menjadi yang terbaik empat tahun silam di Riau.

PON 2016 - Perhelatan akan segera berakhir, atlet buru cenderamata

Menjelang berakhirnya PON XIX Jawa Barat, cenderamata menjadi buruan atlet dan oficial di stan Gymnasium Upi, Bandung, dengan sebagian besar memburu kaos bertuliskan PON.

PON 2016 - Tim gantole Jabar dibimbing pelatih dari Italia

Tim gantole tuan rumah Jawa Barat untuk PON XIX/2016 khususnya nomor cross country mendapat bimbingan langsung dari pelatih asal Italia, Christian Ciech.