PON 2016 -- Wasit takraw ancam mogok

Minggu, 25 September 2016 01:44 WIB | Dilihat 4731 Kali
Dokumen foto pemain sepak takraw putra Gorontalo Hendra Pago (kanan) melakukan smes yang berusaha diblok pemain Riau Rizanov Kurniawan (kiri) pada laga final nomor beregu PON XIX di Sport Hall FPOK UPI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/9/2016). (ANTARA /Prasetyo Utomo)
Bandung (ANTARA News) - Para wasit cabang olahraga sepak takraw mengancam mogok menjalankan tugas memimpin pertandingan lanjutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat 2016 karena ulah ofisial peserta yang berlaku kasar.

Ketua Bidang wasit PON Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Muhammad Sabir di Bandung, Sabtu, mengatakan dewan hakim harus menyikapi serius aspirasi para wasit.

"PON adalah ajang silaturahmi dan pemersatu bangsa sehingga antar-kontingen peserta sengan perangkat pertandingan idealnya saling menghargai," katanya.

Wasit sesuai peran dan tanggungjawabnya adalah memimpin jalannya pertamdingan sedangkan peserta bertekad meraih kemenangan.

Oleh karena itu, menurut dia, kedua bela pihak harus saling menunjang, dan bukan saling melecehkan.

"Mungkin saja wasit dalam suatu pertandingan keliru menjatuhkan keputusan sehingga di pihak lain merasa dirugikan, namun diimbau menempuh cara yang elegan," kata Sabir.

Wasit tidak menerima jika diancam atau diperlakukan kasar karena tidak ada tendensi lain kecuali menjalankan tugas sesuai norma organisasi.

Pelatih sepak takraw Sulawesi Selatan dilaporkan terpaksa dilarang mendampingi atlet karena berlaku tidak sesuai etika saat anak asuhannya berlaga.

Pelatih sepak takraw Ramli mengatakan menghormati sanksi dewan hakim, namun kepemimpinan wasit maupun hakim garis harus dievaluasi.

"Tidak mungkin saya sebagai pelatih protes tanpa dasar. Keputusan dewan hakim harus adil, tetapi evaluasi kinerja para wasit agar tidak merugikan siapa pun," katanya menambahkan.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2016

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

PON 2016 - Jawa Barat juara umum anggar

Tim tuan rumah Jawa Barat menjadi juara umum anggar Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 di Bandung, 23-29 September, setelah mengumpulkan lima medali emas, dua perak dan tiga perunggu.

PON 2016 - Sumurung sukses balas kegagalan di Riau untuk sabet emas gulat

Pegulat andalan Sumatera Utara, Sumurung Siregar, mempersembahkan medali emas untuk kontingennya pada hari kesebelas Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat, Selasa malam, yang sekaligus memupus kegagalan menjadi yang terbaik empat tahun silam di Riau.

PON 2016 - Perhelatan akan segera berakhir, atlet buru cenderamata

Menjelang berakhirnya PON XIX Jawa Barat, cenderamata menjadi buruan atlet dan oficial di stan Gymnasium Upi, Bandung, dengan sebagian besar memburu kaos bertuliskan PON.

PON 2016 - Tim gantole Jabar dibimbing pelatih dari Italia

Tim gantole tuan rumah Jawa Barat untuk PON XIX/2016 khususnya nomor cross country mendapat bimbingan langsung dari pelatih asal Italia, Christian Ciech.