Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyatakan Hari Keluarga Nasional Tahun 2023 yang dirayakan pada 29 Juni mendatang merupakan momentum untuk meningkatkan literasi digital keluarga.

“Pada Hari Keluarga Nasional tahun ini, anak, orang tua, keluarga, masyarakat dan pemerintah daerah harus semakin baik terkait literasi  dengan persoalan perempuan dan anak. Baik digital maupun bacaan langsung,” kata Deputi Perlindungan Khusus Anak KPPPA, Nahar ketika ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu.

Nahar menuturkan pemahaman dan pengetahuan yang cukup dalam bijak menggunakan teknologi digital, bisa mencegah setiap anak dan keluarga terkena ancaman kekerasan berbasis online ataupun diskriminasi gender melalui media sosial.

Dengan adanya pemahaman itu, keluarga bisa menindaklanjuti berbagai persoalan yang dihadapi oleh anak-anak di lingkungannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Salah satu yang dirinya tekankan adalah berani melapor ke pihak yang berwenang atau melalui layanan SAPA 129 ketika mengalami kekerasan untuk segera ditangani.

Baca juga: Kepala BKKBN minta ibu hamil hati-hati gunakan jenis obat

Baca juga: BKKBN telah mendirikan sekolah lansia pertama di Papua


Literasi digital yang baik, katanya, juga mencegah anak mengalami dampak buruk jangka panjang dari kasus kekerasan yang dialami. Di samping itu, Nahar memastikan bahwa baik pemerintah ataupun lembaga terkait seperti organisasi kemasyarakatan akan terus hadir memberikan pendampingan pada setiap keluarga yang membutuhkan pertolongan.

“Tentu kita berharap ini akan berkontribusi dalam rangka memberikan pengetahuan yang cukup berdampak kepada kapasitas untuk melakukan upaya pencegahan (dari terjadinya kekerasan berbasis gender secara online dan kesenjangan mengakses informasi),” kata Nahar.

Sebelumnya, Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan pemahaman terkait literasi digital yang baik bisa melindungi perempuan dan anak dari ancaman kriminal dan bahaya di media sosial.

Merespons kondisi tersebut, saat ini jajarannya mendorong perempuan Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital dan pada saat yang sama membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri tetap aman dan bebas dari ancaman kriminal di dunia digital.

Salah satu upaya yang disebutkan adalah mendirikan Rumah Pintar Sahabat Perempuan dan Anak, yang mengusung konsep high touch dan high technology.

Inovasi terbaru yang pada hari ini dilakukan Kementerian PPPA guna meningkatkan edukasi dunia digital adalah membangun kerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) untuk memperluas penyebaran sejumlah topik pemberdayaan melalui integrasi Kanal Perempuan dan Anak ke dalam aplikasi RRI Play Go.

Beberapa konten yang disajikan di dalamnya berupa kesehatan dan perkembangan perempuan dan anak untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental perempuan dan anak, agar perempuan dapat menemukan dan berpartisipasi dalam berbagai komunitas perempuan, mencari bantuan dari organisasi kemasyarakatan, dan bertukar pikiran tentang berbagai topik di forum diskusi.*

Baca juga: Psikiater ingatkan peran keluarga sangat penting atasi depresi lansia

 

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2023