Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Leny Nurhayanti Rosalin mengatakan literasi digital bersifat penting bagi perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Leny saat ditemui di Jakarta, Rabu menyatakan sebanyak 64,5 persen dari total pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Sementara itu, pengetahuan mengenai teknologi informasi dan komunikasi perempuan di Indonesia dinilai lebih rendah dari laki-laki.

“Penjualan daring menjadi solusi yang harus kita lakukan di era globalisasi ini, pelaku UMKM perempuan perlu melek digital,” ujar Leny.

Selain jumlah UMKM perempuan mendominasi, Leny menjelaskan bahwa UMKM merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah (Kemenkop UMKM) pada Maret 2021, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara mencapai 61,07 persen, atau senilai Rp8,5 triliun.

Baca juga: Menteri Bintang luncurkan modul ajarkan UMKM melek digital

Bila perempuan dibiarkan gagap teknologi, kondisi tersebut dikhawatirkan bisa berdampak pada perekonomian nasional mengingat dunia bisnis kian hari menuntut pelaku usaha untuk melek digital.

Leny juga mengatakan ada 94 persen UMKM tidak menggunakan komputer dalam bisnisnya dan 80 persen belum menggunakan internet.

Selain itu, kata Leny, ada sebanyak 15,3 juta pelaku UMKM belum menggunakan platform digital untuk memasarkan produknya, dan hanya 24 persen pelaku UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital itu. Angka ini, jelas Leny, perlu perhatian secara khusus.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Kemen PPPA berkolaborasi dengan Usaha Kecil Mikro dan Menengah Perempuan Hebat Inspirasi Nusantara (UPRINTIS) Indonesia dan salah satu e-commerce meluncurkan Modul Perempuan Maju Digital untuk membantu UMKM berdaya di era digital saat ini.

Modul itu berisi data-data seputar UMKM hingga tahapan dan kiat-kiat melakukan penjualan digital yang efektif. Modul tersebut dapat diakses secara daring melalui pusat edukasi penjual Tokopedia tanpa dipungut biaya.

“Selain terus melakukan berbagai pelatihan UMKM bersama kementerian dan lembaga lain, harapannya dengan modul ini kita bisa memperbaiki dan meningkatkan angka-angka tersebut menjadi lebih baik,” kata Leny.

Baca juga: KemenKopUKM ajak fintech tingkatkan efisiensi UMKM dengan digitalisasi

Baca juga: Sandiaga ajak UMKM perkuat digitalisasi untuk bangkitkan ekonomi

Baca juga: Digitalisasi penting untuk tawarkan akses inovasi bagi UMKM


Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2023