Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggali peluang kolaborasi dan digitalisasi melalui pendekatan ekologi untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Hal itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Knowledge Forum (IKF) XII 2023 yang mengangkat tema “Eco-Creation: Empower Sustainability through Partnerships and Digitalization”.

“Kami bertekad untuk menggali potensi kolaborasi lintas sektor dan inovasi berbasis teknologi digital dalam menghasilkan solusi ramah lingkungan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan ekologi,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat seremoni pembukaan IKF XII 2023, di Jakarta, Selasa.

Menurut Jahja, Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan dinamika ekonomi global dan memburuknya perubahan iklim.

Untuk itu, BCA memandang penting kolaborasi lintas sektor dalam pembentukan ekonomi berkelanjutan yang berdampak positif dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Hal itu yang melandasi BCA menggelar kegiatan yang menaungi berbagai pihak untuk saling berkolaborasi dalam mendorong investasi pada sektor-sektor keberlanjutan, termasuk pemerintah, lembaga, dan pelaku bisnis.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin mengamini pentingnya kerja sama lintas sektor dan kemitraan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rachmat mengatakan kolaborasi yang efektif dalam memanfaatkan berbagai sumber daya di Indonesia dapat mempercepat transisi ekonomi hijau di era perubahan iklim.

Kondisi itu, kata dia lagi, dapat membuka peluang mencapai Indonesia Emas 2045 dan mempercepat target pencapaian Net Zero Emission pada 2060.

BCA telah menyalurkan sekitar Rp76 triliun untuk pembiayaan hijau pada kuartal I/2023, mengalami peningkatan sebesar 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam sektor sumber daya alam dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, BCA telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp60,4 triliun, transportasi berkelanjutan Rp7 triliun, dan untuk pembiayaan energi terbarukan Rp2,9 triliun.

BCA juga telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp327 miliar untuk mendukung kendaraan listrik pada kuartal I/2023.
Baca juga: BCA Syariah catat 63 persen transaksi nasabah dilakukan lewat digital
Baca juga: Debut bursa karbon, Bank Mandiri hingga BCA beli unit karbon PGE


Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2023