Jakarta (ANTARA) - Sektor swasta ESTA Corporation bersama perusahaan sosial Plastic Bank kembali berkolaborasi untuk meningkatkan dampak lingkungan hingga tiga kali lipat sekaligus meningkatkan kesejahteraan lebih banyak komunitas pengumpul plastik di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya kami dalam pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inisiatif tersebut," kata Direktur Utama ESTA Melvin Wangkar dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Pada 2023, kemitraan ESTA dengan Plastic Bank berhasil mengumpulkan 20.000 kilogram plastik atau setara dengan 1 juta botol plastik berukuran 500 mililiter dan mencegah pencemaran lingkungan.

Baca juga: KLHK gandeng BPDLH siapkan skema pinjaman untuk wirausaha sosial

Terinspirasi oleh dampak positif dari kolaborasi tersebut, ESTA berkomitmen untuk melipatgandakan dampak lingkungan melalui kerjasama dengan Plastic Bank untuk mengumpulkan 40.000 kilogram plastik atau setara dengan 2 juta botol plastik berukuran 500 mililiter pada tahun 2024.

Melvin mengatakan kolaborasi itu juga berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota komunitas pengumpul plastik di Indonesia.

Menurutnya, plastik yang dikumpulkan oleh anggota komunitas dapat ditukar dengan token Plastic Bank yang meningkatkan pendapatan mereka serta berbagai manfaat sosial lain, seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan voucher sembako.

"Dengan kerja sama yang kuat dan komitmen bersama, saya yakin kami dapat menciptakan dampak yang lebih besar lagi ke depan," kata Melvin.

Country Manager Plastic Bank Indonesia Frederick Saman mengatakan kolaborasi itu bertujuan untuk mengatasi polusi plastik dan kemiskinan di Indonesia.

Baca juga: Pemkab Cianjur perpanjang status darurat sampah sampai 9 Februari

Menurutnya, ESTA Corporation merupakan sebuah contoh perusahaan yang mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dan sosial ke dalam tujuan perusahaan mereka.

"Kami berharap dan mengajak berbagai perusahaan lain, masyarakat, dan individu untuk dapat berpartisipasi dalam upaya pengurangan polusi plastik dan kemiskinan di Indonesia," kata Frederick.

"Apakah dengan menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan, mendukung inisiatif sadar lingkungan, atau meningkatkan kesadaran masyarakat. Setiap tindakan berkontribusi untuk menciptakan dampak yang lebih besar,” imbuhnya.

Plastic Bank mengidentifikasi berbagai wilayah di Indonesia yang mengalami kekurangan infrastruktur pengumpulan sampah plastik serta memberdayakan pengepul lokal untuk menjadi mitra pengumpulan plastik daur ulang.

Bersama dengan 17.000 anggota komunitas pengumpul plastik daur ulang dan 230 mitra pengepul di Indonesia, Plastic Bank telah mengumpulkan lebih dari 58 juta kilogram plastik daur ulang dan mencegah pencemaran lingkungan di pantai-pantai Indonesia.

Baca juga: HPSN 2024, KLHK ajak masyarakat peduli atasi sampah plastik

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Sambas
COPYRIGHT © ANTARA 2024