Jakarta (ANTARA) - CEO INDODAX Oscar Darmawan menyatakan sikap masyarakat Indonesia dalam menyambut halving day Bitcoin kali ini sangat baik yang disebabkan antara lain berkat literasi mengenai kripto mulai masif.

“Reaksi masyarakat dalam halving kali ini sangatlah bagus jika dibandingkan halving sebelumnya. Biasanya orang-orang akan beli Bitcoin pada saat momentum  halving-nya. Namun sekarang, orang-orang sudah mulai membeli Bitcoin pada saat sebelum halving,” ucapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat.

Saat ini, harga Bitcoin menembus Rp960 atau hampir menembus level Rp1 miliar. Menurut Oscar, hal tersebut disebabkan dampak menuju halving day Bitcoin.

“INDODAX sendiri sudah mengalami halving tiga kali dan tahun ini adalah yang ke empat. Saya percaya bahwa halving day diindikasi dengan kenaikan harga. Hal ini disebabkan oleh terganggunya pasokan Bitcoin, yang mengakibatkan peningkatan permintaan dan, menaikan harga. Terlebih lagi, saat ini terdapat fenomena 'fear of missing out' yang diyakini memperkuat harga Bitcoin," kata dia.

Kendati harga Bitcoin naik atau berpotensi meningkat dua kali lipat, lanjutnya, pada saat halving akan ada penyesuaian harga. Artinya, dalam menyambut halving, maka perlu disiapkan masa-masa setelah halving dengan menggunakan teknik Dollar Cost Averaging (DCA) guna membantu para investor mendapatkan harga Bitcoin terbaik.

“Di INDODAX kini menghadirkan fitur DCA dengan nama fitur ‘investasi rutin’. Melalui fitur ini membantu para investor untuk berinvestasi dengan jumlah yang sama secara rutin, baik bulanan maupun mingguan,” ujarnya.

Oscar mengingatkan para investor kripto di Indonesia harus pintar-pintar memanfaatkan momentum ini dengan teknik DCA dan mencari informasi lebih banyak mengenai halving day, salah satunya melalui INDODAX Academy.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menyampaikan bahwa berbagai sentimen berpengaruh mewarnai pergerakan harga Bitcoin menjelang halving day. Terlebih, aset kripto ini telah mendapatkan pengakuan secara global.

“Pergerakan harga aset kripto ini memiliki referensi pada skala global. Pengaruh kondisi global seperti kenaikan suku bunga, eksistensi ETF (exchange-traded product) Bitcoin, dan keputusan SEC (The Securities and Exchange Commission) memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan harga aset kripto. Terlebih lagi, semakin banyak pemberitaan yang muncul menjelang halving day ini,” ungkap Tirta.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa literasi masyarakat mengenai aset kripto harus tetap ditingkatkan oleh regulator, pelaku usaha, hingga pelaku usaha. Seluruh pihak terkait tersebut harus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman mengenai industri kripto, blockchain, dan web 3 dalam rangka memberikan edukasi yang matang dan merata kepada masyarakat Indonesia.

Baca juga: Bappebti nilai harga kripto masih dipengaruhi sentimen global

Baca juga: Bittime: Industri aset kripto berkontribusi ke negara lewat pajak


Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Nurul Aulia Badar
COPYRIGHT © ANTARA 2024