Roma (ANTARA) - Pengiriman tahunan produsen supercar Italia Lamborghini untuk pertama kalinya melampaui 10.000 unit pada tahun lalu, demikian disampaikan oleh beberapa sumber dari perusahaan tersebut.

Dalam pernyataan pers yang dirilis pada Kamis (21/3), perusahaan itu menyebut 2023 sebagai tahun "terbaiknya sepanjang sejarah," dengan pengiriman 10.112 unit kendaraan ke seluruh dunia, menorehkan rekor margin keuntungan sebesar 27,2 persen dan pendapatan sebesar 2,66 miliar euro (1 euro = Rp17.115) atau setara 2,91 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp15.662), meningkat 12 persen secara tahunan (year on year).

China menjadi pasar terbesar ketiga Lamborghini tahun lalu dengan 845 unit terjual. Sementara itu, perusahaan otomotif tersebut menjual 3.000 unit mobil ke Amerika Serikat dan 961 unit ke Jerman, menurut pernyataan itu.

 
Foto yang diambil pada 17 Januari 2024 ini menunjukkan sebuah mobil Lamborghini yang dipajang di Brussels Auto Show di Brussels, Belgia.(Xinhua/Zhao Dingzhe)


Lamborghini, yang merupakan bagian dari Volkswagen Group asal Jerman, telah menjalin hubungan jangka panjang dengan China. Produk SUV Ursus dari perusahaan itu melakukan debut dalam ajang Beijing Auto Show pada 2012.

Tahun lalu, Lamborghini meluncurkan rangkaian acara perayaan untuk memperingati 60 tahun pendiriannya dengan menggelar konvoi sejauh 800 kilometer yang melibatkan 40 kendaraan di China barat laut. 
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024