Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan ( KPw) Bank Indonesia (BI) Papua bersama TNI Angkatan Laut setempat menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 pada lima daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang berada di perairan utara Bumi Cenderawasih.

Kepala BI Papua Faturachman di Jayapura, Senin, langkah ini merupakan upaya BI dalam menyerap Uang Tidak Layak Edar (UTLE) di masyarakat dan perbankan.

"Lima daerah tersebut yakni Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Yapen, Pulau Numfor, dan Pulau Bras yang mana wilayah tersebut berada di perairan utara Pulau Papua," katanya.

Menurut Faturachman, sinergi bersama TNI AL dapat membantu tugas Bank Indonesia dalam penyediaan UTLE khususnya pada daerah 3T yang sulit di jangkau oleh transportasi umum sehingga ini merupakan salah satu upaya dalam menghadirkan ULTE bagi masyarakat setempat.

“Kegiatan ERB 2024 dilaksanakan selama seminggu yang mana mulai dari 13-19 Mei,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada ERB 2024 pihaknya menyiapkan modal sebesar Rp13,8 miliar dengan menyiagakan 16 personil dari seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang ada di Indonesia.

“Tahun ini kami hanya mengunjungi lima pulau saja dan ini juga merupakan hasil koordinasi bersama TNI AL,” katanya lagi.

Sementara itu Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono mengatakan untuk personil yang mengikuti ERB 2024 ada 26 dengan menggunakan Kapal Perang KRI Mata Bongsang – 873 dan lima pulau ini merupakan wilayah terluar Papua, seperti Pulau Bras yang mana memiliki penduduk sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) sehingga pihaknya sebagai garda terdepan memiliki tugas untuk menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI.

“Adapun kesamaan BI dan TNI AL yakni sama-sama menjaga kedaulatan rakyat dalam rangka mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Baca juga: BI: ERB bakal menyasar pulau 3T di perairan utara Papua
Baca juga: Bank Indonesia edarkan uang layak edar Rp5,42 miliar di pulau 3T NTB


Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2024