Manokwari (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat mengembangkan potensi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan menyelenggarakan acara Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2024.

Kepala BI Perwakilan Papua Barat Setian, di Manokwari, Rabu, mengatakan acara tersebut bentuk sinergi dan kolaborasi antara BI dengan dua pemerintah provinsi, yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya.

"Festival ini menjadi puncak dari sejumlah kegiatan pembinaan UMKM di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang sudah kami lakukan sejak awal tahun," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak awal tahun ini BI Papua Barat telah membuka pendaftaran untuk pembinaan UMKM. Setidaknya 180 UMKM telah mendaftar yang terdiri dari 67 UMKM dari Papua Barat dan 113 UMKM dari Papua Barat Daya.

Setelah itu, BI melakukan kurasi untuk menilai UMKM mana yang bisa dibina lebih jauh lagi. Dari kurasi itu terpilih 50 UMKM yang terdiri dari 15 UMKM dari Papua Barat dan 32 dari Papua Barat Daya.

"Setelah kami kurasi kami melakukan peningkatan kapasitas dengan pelatihan, cara perkenalkan produk dan promosi produk. Nah, Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2024 ini menjadi salah satu bentuk promosi kami pada UMKM tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan pula, melalui TCEF 2024, para pelaku UMKM akan dibuatkan ekspo untuk memasarkan produk mereka, baik berupa makanan, minuman, hingga seni kriya, seperti batik maupun Noken.

TCEF juga akan menampilkan boot untuk promosi dan informasi terkait objek wisata potensial di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Dalam kesempatan yang sama, akan diluncurkan desa wisata QRIS peduli inflasi, yakni Kampung Marsi di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, dan Kampung Malaumkarta, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

"Mulai tahun ini kami akan rutin selenggarakan TCEF tiap tahunnya. Jika tahun ini diselenggarakan di Sorong, tahun depan di Manokwari. Festival ini juga jadi ajang seleksi event BI level nasional seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI) dimana seluruh produk UMKM dari seluruh provinsi Indonesia ditampilkan di sana," katanya pula.

Ia menambahkan, UMKM Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya juga berpotensi diikutsertakan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan FESyar atau Festival Ekonomi Syariah

Menurutnya, TCEF 2024 juga bertujuan meningkatkan peluang pembiayaan UMKM melalui bussines matching dengan perbankan.

Melalui festival tersebut, BI juga ingin meningkatkan sistem pembiayaan digital, sehingga transaksi selama TCEF 2024 didorong secara nontunai melalui QRIS.

"Kami buka boot scan QRIS 1 rupiah dan pengunjung bisa mendapatkan kaos, voucher belanja UMKM bernilai Rp30 ribu dan kupon undian doorprice," katanya pula.

Penjabat Sekda Papua Barat Yacob Fonataba memberikan apresiasi pada BI yang telah bersinergi dengan Pemprov Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam memberdayakan UMKM di kedua provinsi tersebut.

TCEF dapat memicu pertumbuhan industri kreatif pada masyarakat serta mendorong sektor pariwisata yang memiliki potensi besar di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

"Torang ini bahasa orang Indonesia timur yang artinya kita. Jadi acara ini akan berlangsung berdasarkan kebersamaan dan kemeriahan masyarakat di Tanah Papua," ujarnya lagi.
Baca juga: Bank Papua bina 300 pelaku UMKM di Kabupaten Manokwari
Baca juga: Kementerian Perindustrian bantu peralatan perikanan pelaku usaha OAP

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2024