Jayapura (ANTARA) -
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Papua menyebutkan volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 2.470.392 transaksi pada Maret 2024, sehingga pihaknya akan terus menggenjot penggunaan nontunai di Bumi Cenderawasih.
 
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Faturachaman, di Jayapura, Selasa, mengatakan realisasi ini membuktikan bahwa literasi digital pembayaran di masyarakat Papua cukup tinggi.
 
"Dengan volume transaksi QRIS di Papua mencapai 2.470.392 transaksi dan nominal transaksi sebesar Rp181 miliar, maka digitalisasi pembayaran di Papua telah berjalan dengan baik untuk itu kami akan terus menggenjot penggunaan nontunai," katanya lagi.
 
Menurut Faturachman, seperti pada pelaksanaan Festival Cenderawasih, Festival Kopi Papua, dan beberapa kegiatan lainnya, pihaknya selalu menerapkan penggunaan nontunai saat bertransaksi, sehingga ini juga bagian dari edukasi dan sosialisasi.
 
"Pada setiap kegiatan Bank Indonesia selalu mendorong penggunaan nontunai di mana ini mempermudah para penjual dan pembeli yang mana cukup satu aplikasi transaksi dapat dilakukan," ujarnya lagi.
 
Dia menjelaskan seperti pada pelaksanaan Festival Cenderawasih penerapan zona QRIS pada seluruh penjualan UMKM, sehingga terealisasi sebanyak 3260 transaksi dengan nominal sebesar Rp586.337.000 atau 90,73 persen dari total capaian transaksi.
 
"Hal ini merupakan bukti kesuksesan penggunaan nontunai pada setiap kegiatan yang kami lakukan, untuk itu diharapkan ke depan agar setiap kegiatan di luar Bank Indonesia juga dapat menerapkan pembayaran menggunakan QRIS," katanya lagi.
 
Dia menambahkan peningkatan penggunaan QRIS ini merupakan bukti adanya sinergi dan kolaborasi BI, Pemerintah Provinsi Papua, UMKM, perbankan, serta seluruh instansi dan stakeholders terkait.
Baca juga: Transaksi Qris BRI Papua Meningkat 587%, BRI Pelopor Transaksi Digital UMKM Papua
Baca juga: BI Papua mendorong perbankan gencar sosialisasi nontunai

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2024