Palangka Raya (ANTARA) -
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menegaskan, keberadaan Bundaran Besar berarsitektur Talawang di Kota Palangka Raya yang semula hanya berupa lapangan datar bertaman, menjadi simbol semangat sekaligus kekuatan bagi provinsi setempat.
 
"Renovasi Bundaran Besar (yang semula berupa lapangan datar setinggi badan jalan) dengan menara Talawang bukan untuk megah-megahan, tetapi sebagai Ikon kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah," katanya di Palangka Raya, Senin.

Baca juga: Bundaran Besar jadi lokasi shalat id gubernur dan pejabat Kalteng
 
Menurutnya, keberadaan ikon daerah sangatlah penting, sebagai identitas maupun daya tarik wisata, yang akan menggerakkan perekonomian.
 
Sugianto mencontohkan, saat masyarakat berbicara tentang Monas dan Bundaran HI, maka orang sudah tahu kalau itu di Jakarta. Kemudian Jam Gadang di Sumatra Barat, hingga Jembatan Ampera di Palembang.
 
"Maka harapan kita nanti sama, bila ada yang mengatakan Bundaran Besar Talawang, semua orang tahu itu Kalimantan Tengah," ujarnya tegas.

Baca juga: Gubernur Kalteng: Idul Fitri satukan hati dengan semangat kebaikan
 
Bundaran Besar digambarkan sebagai simbol semangat sekaligus kekuatan bagi Kalimantan Tengah, yakni dalam menahan gempuran dinamika pembangunan ke depan yang pastinya semakin berat, mulai dari pesatnya globalisasi dan digitalisasi, ancaman krisis energi dan pangan, bonus demografi, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
 
Sementara itu, meski belum diresmikan, saat ini tampak masyarakat sangat antusias mendatangi Bundaran Besar di setiap harinya, baik untuk berswafoto, menghabiskan waktu bersantai maupun berolahraga. Tak hanya warga Palangka Raya, tetapi juga dari berbagai daerah lain.

Baca juga: Pemprov Kalteng lengkapi pembangunan Bundaran Besar dengan RTH
 
Adapun pembangunan atau renovasi Bundaran Besar Kota Palangka Raya menjadi salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Kalteng dalam melakukan 'branding' daerah.
 
Tujuan pembangunan ini juga untuk menata sekaligus pengembangan kawasan publik. Termasuk upaya memenuhi kebutuhan terhadap bangunan modern dengan fasilitas pendukung pembangunan bersejarah yang memadai, sehingga kebutuhan terhadap ruang publik dan fasilitas umum dapat tertata dan terwujud secara optimal.
 
Sebagaimana harapan Gubernur Sugianto Sabran, melalui pembangunan ini ada branding maupun ikon Kalimantan Tengah. Apalagi berbagai agenda baik skala nasional hingga internasional kerap dilaksanakan di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Demonstrasi besar melanda bundaran Tahrir
Baca juga: Bundaran Besar jadi lokasi shalat id gubernur dan pejabat Kalteng

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2024