Kubu Raya (ANTARA) -
Pihak Angkasa Pura II Pontianak melakukan perbaikan lampu landasan pacu bandara Supadio yang sempat padam dan mengakibatkan lima penerbangan tertunda.
 
"Memang kemarin ada hal yang mengagetkan kita semua karena sekitar pukul 15.45 WIB kami mendapat laporan dari tower pemandu lalu lintas penerbangan atau air taffic controller terjadi kendala pada fasilitas kami," kata
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Supadio Iwan Sutisna di Sungai Raya, Senin.
 
Iwan menjelaskan, pihaknya segera melakukan perbaikan terhadap padamnya lampu landasan pacu tersebut, dan pada sekitar jam 22.00 WIB  perbaikan terhadap lampu landasan pacu tersebut telah selesai.
 
Dikatakannya, ketika dilakukan pengecekan di lapangan ternyata perbaikan membutuhkan waktu hingga malam hari, sehingga terpaksa penerbangan tertahan, mengingat keamanan penerbangan adalah hal yang penting.
 
"Ini memang menjadi perhatian kita sehingga mau tidak mau penerbangan tertahan," katanya.
 
Selain melakukan perbaikan terhadap lampu landasan pacu, pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah penerangan di Bandara Supadio agar tidak terjadi hal serupa.
 
Iwan menjelaskan pula, gangguan pada lampu landasan pacu itu terjadi ketika hujan deras mengguyur Kubu Raya.
 
"Minggu sore saat hujan lebat terjadi gangguan pada lampu runway edgenya. Kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan kita juga telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas penerangan lainnya," kata Iwan.
 
Usai pengecekan penerangan dilakukan, pihaknya tidak menemukan masalah dengan lampu lainnya.
 
"Untuk lampu apron, taxiway dan lampu lainnya berfungsi normal," ujarnya.
 
Terdapat sekitar 280 penumpang dari dua maskapai, yakni Super Air Jet dan Citilink tujuan Jakarta yang harusnya bertolak dari Pontianak terpaksa ditunda.
 
Sedangkan tiga maskapai tujuan Pontianak yakni Citilink dari Surabaya, dan Super Air Jet serta Lion Air dari Jakarta juga terpaksa ditunda hingga keadaan memungkinkan untuk melakukan penerbangan.

Pewarta: Rizki Fadriani
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2024