Singapura, (ANTARA/PRNewswire)- HTX, bursa uang kripto terkemuka, mengangkat penjaga gawang tim nasional sepakbola Singapura Hassan Sunny sebagai Chief Safeguarding Officer.

"Kolaborasi antara HTX, 'Bursa Kripto Populer', dan Hassan Sunny, 'Penjaga Gawang Populer', terjalin dengan ideal," ujar Justin Sun, Anggota Dewan Penasihat Global HTX. "Lewat kerja sama ini, kami akan menjaga keamanan dan meningkatkan proteksi aset pengguna di tengah dinamika kripti. Sama seperti aksi Sunny ketika menjaga gawang di lapangan, HTX berkomitmen melindungi setiap aset pengguna dengan tekad dan kegigihan serupa. Maka, HTX selalu menyediakan infrastruktur investasi yang paling aman dan reliabel."

Sunny gembira bergabung dengan HTX, dan berkata, "Saya senang menjadi bagian dari HTX. Saya ingin mengawali kolaborasi dengan tim HTX."

Sunny telah dijuluki pahlawan nasional di Tiongkok setelah penampilan luar biasa dalam pertandingan babak grup pada putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Zona Asia ketika melawan Thailand pada 11 Juni lalu. Meski berhadapan dengan serangan bertubi-tubi, Sunny sukses membuat 11 aksi penyelamatan yang spektakuler, termasuk satu penyelamatan penting pada waktu tambahan. Singapura akhirnya kalah dengan skor 1-3. Namun, hasil pertandingan ini membuat Tiongkok lolos ke babak selanjutnya sehingga Thailand harus gugur.

Tentang HTX:

Berdiri pada 2013, HTX beralih dari bursa kripto menjadi ekosistem bisnis blockchain yang lengkap. Bisnis HTX bergerak dalam perdagangan aset digital, produk finansial derivatif, dompet elektronik, riset, investasi, inkubasi, dan bidang-bidang lain. HTX melayani jutaan pengguna di seluruh dunia. Sementara, bisnis HTX menjangkau lebih dari 160 negara dan wilayah di lima benua. Tiga strategi perkembangan bisnis HTX—"pengembangan bisnis global, teknologi yang menggerakkan pengembangan bisnis, dan teknologi yang bermanfaat" menopang komitmen untuk menyediakan layanan komprehensif dan nilai tambah bagi penggemar uang kripto di dunia.

Narahubung
Michael Wang

SOURCE HTX

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2024