Bantul (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta peternak agar rutin memberikan obat cacing kepada ternak peliharaannya guna mencegah terjangkit penyakit cacing hati atau fasciola hepatica.

"Petani Bantul setiap tiga bulan sekali agar memberikan obat cacing pada ternaknya untuk mencegah terjangkit cacing hati. Kalau tidak begitu pengendaliannya akan sulit," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, di Bantul, Kamis.

Baca juga: DKPP Bantul temukan puluhan hewan kurban miliki cacing hati

Menurut dia, arahan tersebut menindaklanjuti masih ditemukannya cacing atau fasciola hepatica pada hati hewan kurban baik sapi, kambing maupun domba yang disembelih pada Idul Adha 1445 Hijriah.

Selain pemberian obat cacing pada hewan, kata dia, untuk kebersihan pakan atau rumput yang diberikan pada hewan juga harus terjaga, misalnya rumput yang usai dipotong di sawah atau lahan terlebih dahulu dijemur untuk menghilangkan kelembaban dan keong yang menempel.

"Petani setelah cari rumput di sawah itu agar rumputnya dijemur, diangin-anginkan sehingga keong pergi, karena rumput yang masih ada keong ketika dimakan ikut masuk, nah itu sebagai pembawa cacing," katanya.

Baca juga: Pemkab Bantul awasi penampungan ternak kurban cegah sebaran penyakit

Dia juga menyarankan petani ketika menggembala ternak baik sapi maupun kambing agar tidak mengarahkan pada rumput yang masih lembab, karena berpotensi masih ada keong yang menempel.

"Kalau gembala sapi di rumput yang masih ada embun itu banyak keong, makanya kalau gembala sapi itu kalau bisa yang ada sinar matahari, cuaca agak hangat, sudah tidak ada keong. Itu salah satu pencegahan, selain memberikan obat cacing rutin tiap tiga bulan sekali," katanya.

Pada pemotongan hewan kurban, DKPP Bantul dalam pemantauannya masih menemukan 91 kasus cacing hati pada sapi, 10 kasus cacing hati pada kambing, dan 13 kasus cacing hati pada domba.

Baca juga: DKPP Bintan Kepri temukan kasus cacing hati pada hewan kurban

"Tetapi kalau fasciola itu aman, bukan penyakit zoonosis, daging tetap bisa dikonsumsi, hatinya yang kena cacing seperti rumah tawon itu dihilangkan, dipotong, yang tidak ada cacing bisa diolah dimasak dengan matang, tidak masalah," katanya.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2024