Samarinda (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama PLN siap melayani kebutuhan ketenagalistrikan untuk rangkaian kegiatan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, termasuk memastikan kecukupan daya di IKN baik selama upacara hingga setelahnya.

"Sampai saat ini PLN telah membangun PLTS 10 MW, 2 Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 Kilo Volt (KV) 2x60 Mega Volt Ampere (MVA)," kata Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN Thomas Umbu Pati dalam rilis Biro SDM dan Humas OIKN yang dikirim ke Samarinda, Jumat.

Telah selesai pula pekerjaan Gardu Induk (GI) Mobile 2x30 MVA, ditambah jaringan transmisi 26,03 kilometer-route (kmr), jaringan distribusi 20,24 kilometer sirkuit (kms) beserta 9 gardu hubung, ditambah gardu distribusi.

Baca juga: OIKN-Komisi VII DPR pastikan kesiapan listrik jelang HUT RI di IKN

Untuk mengamankan keandalan ketenagalistrikan pada 17 Agustus 2024, PLN menerapkan skenario sistem persiapan cadangan berlapis, yaitu supply penyulang dari gardu induk berbeda yaitu GIS-4 dan GI Mobile Gersik, Uninterruptible Power Supply, dan Genset Emergency.

PLN telah membangun infrastruktur ketenagalistrikan di IKN dengan konsep Green, Smart and Beautiful (GSB).

Adapun pelaksanaan pekerjaan dibagi dalam 3 stream, capaian pada stream 1 berupa pekerjaan pembangunan transmisi dan gardu induk yang secara umum pekerjaan sampai dengan saat ini selesai 100 persen.

Pada stream 2 berupa pekerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan capaian pembangunan PLTS kapasitas 10 MW selesai 100 persen, bahkan telah beroperasi sejak 29 Februari 2024.

Baca juga: OIKN sebut perayaan HUT RI di IKN jadi upacara selamat datang

Untuk pembangunan PLTS kapasitas 40 MW tahap kedua dalam proses konstruksi dan target COD pada 22 November 2024, kemudian stream 3 berupa pekerjaan pembangunan jaringan distribusi tenaga listrik dengan capaian saat ini 48,45 persen.

Thomas Umbu juga menjelaskan bahwa saat ini capaian pembangunan infrastruktur batch 1 (tahap pertama) di Nusantara telah mencapai 84 persen.

Infrastruktur yang dibangun mencakup berbagai fasilitas penting seperti kompleks kantor pemerintahan dan perumahan, jaringan jalan, sistem air, listrik, telekomunikasi, serta terowongan multi-utility .

Selain itu, proyek investasi swasta non-APBN yang dibangun sebagai fasilitas penunjang juga akan selesai, mencakup pembangunan hotel, rumah sakit, sekolah, gudang, transportasi, dan lainnya.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2024