Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama dengan tiga sektor strategis yakni telekomunikasi dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), sektor logistik dengan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), dan sektor kesehatan dengan PT Pertamedika Bali Hospital dalam rangka terus memperkuat ekosistem halal di Indonesia.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk pemberian layanan perbankan dan pemberian pembiayaan senilai lebih dari Rp1,8 triliun. Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan, BSI terus mendorong sinergi dengan berbagai sektor untuk memperluas ekosistem keuangan Islam sebagai bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan.

“Kali ini, kami menggandeng perusahaan yang bergerak di tiga sektor strategis, yaitu telekomunikasi, logistik dan layanan kesehatan,” kata Anton melalui keterangannya di Jakarta, Jumat.

Adapun kerja sama tersebut disepakati oleh seluruh pihak di sela-sela gelaran “BSI International Expo 2024” pada Jumat. Kerja sama BSI dengan PT Telekomunikasi Selular yang diperluas memungkinkan nasabah BSI dan pelanggan Telkomsel dapat menikmati layanan digital dengan konektivitas yang lebih luas dan komprehensif.

Ke depannya, menurut perseroan, hal tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem digital kepada nasabah-nasabah BSI agar semakin maju melalui koneksi pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan perbankan.

Di sektor logistik, BSI telah bekerja sama dengan PT Adisarana Armada Tbk (ASSA) sejak tahun 2019 dengan total fasilitas pembiayaan sebesar Rp1,7 triliun.

Perseroan menyampaikan, kerja sama ini diharapkan mendukung ekspansi bisnis dan mendorong ekosistem halal pada sektor logistik di lingkungan bisnis ASSA, termasuk anak usaha PT Adi Sarana Transportasi (Cargoshare Logistics) yang telah resmi memiliki sertifikasi halal.

Di sektor pelayanan kesehatan (healthcare), BSI telah bekerja sama dengan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) Group untuk pembangunan Bali International Hospital (BIH) di KEK Sanur, Bali.

Proyek nasional yang menggabungkan konsep kesehatan berbasis wisata itu diharapkan dapat mendorong pengembangan industri halal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur maupun di Indonesia secara umum.

Anton menekankan pentingnya pembangunan ekosistem halal dari hulu hingga hilir dengan efisien. Adapun segmen korporasi, kata dia, memiliki kapasitas besar dan merupakan perluasan kerja sama yang telah terjalin.

“Di sinilah peran BSI dalam menyediakan layanan transaksi syariah, baik pembiayaan, transaksi operasional perusahaan dan layanan perdagangan yang tepat dan sejalan dengan pertumbuhan bisnis halal, mulai dari korporasi sebagai prinsipal hingga supplier, distributor, dan akhirnya ke konsumen,” kata Anton.

Hingga Mei 2024, pembiayaan wholesale BSI telah mencapai Rp72,57 triliun atau berkontribusi 28,57 persen terhadap total pembiayaan BSI dengan pertumbuhan solid sebesar 19,2 persen year on year (yoy). Hal ini, menurut perseroan, menunjukkan kinerja pembiayaan wholesale BSI yang sehat dengan kualitas pembiayaan yang terjaga baik.

Baca juga: BSI fasilitasi pembiayaan sektor pendidikan Rp4,61 triliun
Baca juga: Dirut BSI: Indonesia berpeluang jadi pelopor sektor halal global
Baca juga: Wamen BUMN dorong BSI jadi katalis ekosistem halal di Indonesia

 

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2024