Toronto (ANTARA News) - Pembeli di hari pertama di paviliun Indonesia, Sial Kanada 2015, di Toronto masih dalam tahap penjajagan dan diharapkan berwujud transaksi yang saling menguntung ke dua pihak.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia Adhi S Lukman di pembukaan hari kedua Sial Kanada 2015 di Toronto, Rabu, mengatakan kondisi di hari pertama pameran makanan olahan terbesar di Amerika utara tersebut memang demikian.

"Di hari keduanya biasanya lebih ramai pengunjung. Kami harapkan demikian," katanya. Pada hari pertama, Selasa (28/4) lebih banyak pembeli (buyer) dari Kanada dibanding dari luar negeri berlambang daun maple itu.

Meski demikian, Adhi mendapat informasi dari 28 anggotanya yang ikut bahwa minat pembeli cukup baik. Dia berharap akan lebih baik lagi pada hari ini dan hari terakhir esok.

Sementara, Anton Suwito dari Dua Kelinci menilai pengunjung pameran relatif sedikit jika dibandingkan pameran di negara-negara lain.

Anton yang mengikuti lebih dari 10 pameran internasional setiap tahun menyatakan panitia lokal Kanada ke depan hendaknya lebih aktraktif mempromosikan kegiatannya dan mendatang pembeli yang lebih banyak.

"Pameran sejenis di sejumlah negara, seperti di Singapura, negara-negara di Eropa, Dubai dan Amerika Serika selalu ramai," ujarnya.

Di hari pertama, Anton menerima dua tamu yang serius tetapi terkendala dengan persyaratan pola kerja sama yang dianut keduanya. "Yang satu saya berminat, tetapi dia tidak. Satu lagi, dia berminat, saya yang tidak," ujar pengusaha yang sudah mengirim dua kontainer kacangnya ke Kanada sejak Nomber tahun lalu itu.

Dia mengaku harus selektif untuk memilih pembeli, karena dia hanya menjual produk kacang yang tidak bermerek Dua Kelinci (Deka) kepada jaringan pemasaran besar, seperti super market. Untuk pembeli kecil (retail), dia menjual produknya dengan merek dari Indonesia.

Diakuinya, proses hingga berwujud transaksi membutuhkan waktu 3-4 bulan setelah pameran. Dia berharap bisa mengirim kacangnya lebih banyak ke Kanada dan daerah sekitarnya, seperti pengiriman ke pasar-pasar Asia, AS, Eropa dan timur tengah.

Sementara Bintoro Hadiprojo, produsen minuman instan Rajahe, menyatakan sudah bertemu dengan pembelinya. "Kemungkinan kita akan sepakat, meski tetap akan ada pembicaraan lebih lanjut," ucap Presdir PT Ragam Jasa Indah dari Semarang, Jateng itu.

Pewarta: Erafzon SAS
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015