PDHI usulkan Pemprov NTT "lockdown" HPR selama 6 bulan
- 27 Agustus 2025
Seorang petugas dengan pakaian alat pelindung diri berjaga di luar kawasan permukiman yang dikunci (lockdown) menyusul merebaknya kembali wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.
Seorang warga berjalan di samping barikade yang mengunci kawasan permukiman (lockdown) menyusul merebaknya kembali wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.
Sejumlah petugas memindahkan barang-barang dan bahan makanan ke dalam kawasan permukiman yang dikunci (lockdown) menyusul merebaknya kembali wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.
Seorang petugas dengan pakaian alat pelindung diri berjalan melewati barikade yang mengunci kawasan permukiman (lockdown) menyusul merebaknya kembali wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.
Seorang petugas dengan pakaian alat pelindung diri berjalan di kawasan permukiman yang dikunci (lockdown) menyusul merebaknya kembali wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.
Seorang petugas dengan pakaian alat pelindung diri berjaga di dekat garis polisi yang mengunci kawasan permukiman (lockdown) menyusul merebaknya kembali wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.