Hyderabad, India (ANTARA News) - Simon Santoso melengkapi kemenangan pemain-pemain Indonesia pada hari kedua babak penyisihan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India, Selasa malam.

Bertanding paling akhir dibanding rekan-rekannya, Simon Santoso yang menempati unggulan ke-13, menang dengan dua set langsung 22-20, 21-11 atas Yuhan Tan asal Belgia, untuk menuju putaran kedua.

Beberapa jam sebelumnya, Adrianti Firdasari, Taufik Hidayat dan pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir juga mencatat kemenangan mudah di laga pertamanya.

Meski menang, permainan Simon Santoso belum menjanjikan, terutama di set pertama ketika dia sedikit kesulitan mengantisipasi tekanan lawan dan harus bermain "deuce".

Namun, set kedua berjalan lebih baik, setelah Simon Santoso mulai menemukan irama permainan dan membaca kelemahan lawan.

"Ini pertandingan pertama dan biasanya selalu tidak bisa langsung main bagus. Lawan juga sebenarnya tidak terlalu bagus, tapi pukulannya lumayan," kata Simon.

Selain Simon, pasangan ganda campuran Devin Lahardi/Lita Nurlita yang bermain di lapangan lain pada jam hampir bersamaan, juga mencatat kemenangan keduanya dan memastikan lolos ke putaran ketiga.

Kali ini, Devin/Lita mengalahkan pasangan Rusia, Ivan Sozonov/Anastasia Prokopenko dengan skor 22-20, 21-13. Selanjutnya, unggulan ke-16 ini akan kembali menghadapi "seeded" ke-7, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Rabu (12/8).

Sebelumnya, pasangan Denmark ini mengalahkan Devin/Lita pada babak pertama turnamen Indonesia Super Series 2009 di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Permainan kami sudah makin bagus, mudah-mudahan saat melawan pasangan Denmark bisa lebih baik lagi, biar bisa balas dendam," ujar Devin Lahardi.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI, Lius Pongoh mengaku sejauh ini cukup lega dengan pencapaian para pemain, namun memastikan lawan di babak berikutnya jauh lebih berat.

"Kemenangan awal ini bisa jadi modal untuk menghadapi laga berikutnya. Sejauh ini, kondisi anak-anak juga cukup bagus dan tidak ada masalah," katanya.(*)

Pewarta: mansy
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2009