Padang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat telah menerima seluruh dana bantuan lauk-pauk bagi korban gempa dari pemerintah pusat dan telah pula menyalurkan semuanya kepada pemerintah kabupaten dan kota yang daerahnya kena bencana tersebut.

"Semua dana bantuan lauk-pauk telah kita serahkan ke pemerintah kabupaten/kota dan diharapkan pemda-pemda tersebut mempercepat pendistribusiannya kepada kecamatan hingga ke tangan korban yang membutuhkan," kata Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman di Padang, Rabu malam.

Bantuan dana lauk pauk diserahkan dalam tiga tahap oleh Pemprov Sumbar, yang masing-masingnya sebesar Rp22 miliar dan distribusikan ke korban gempa sebesar Rp5.000 per orang per hari untuk satu bulan dalam masa tanggap darurat, tambahnya.

Marlis mengharapkan Pemkab dan Pemkot penerima dana bantuan secepat mungkin menindaklanjutinya dengan melakukan penyerahan dana lauk-pauk kepada korban, agar masyarakat yang terkena bencana sedikit banyak terobati keluh kesahnya.

Bantuan uang lauk-pauk itu diberikan kepada sekitar 500 ribu warga yang menjadi korban gempa karena rumahnya rusak berat atau roboh rata dengan tanah akibat gempa 7,9 SR yang terjadi 30 September 2009.

Dana lauk-pauk itu bersumber dari APBN 2010 yang disalurkan ke Sumbar melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Marlis mengingatkan, semua bentuk bantuan bencana termasuk uang lauk-pauk akan pertanggungjawabkan data penyaluran dan kegiatan yang dilakukan secara transparan dan jelas termasuk siapa yang menerimanya.

"Semua data bantuan akan direkap sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan pelaporan keuangan," tegasnya.

Gempa di Sumbar menyebabkan 1.117 orang meninggal dunia, 135.448 unit rumah warga rusak berat yang sebagian besar di antaranya roboh rata dengan tanah.

Kemudian, 65.380 unit rumah rusak berat dan 70.604 unit rusak ringan. Lalu, 254 unit gedung pemerintahan rusak berat dan roboh, 83 unit gedung rusak sedang serta 105 unit rusak ringan.(*)

Pewarta: handr
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2009