Jakarta (ANTARA) - DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau positivity rate COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada Jumat ini, meningkat ke angka 13,0 persen dibandingkan hari sebelumnya 11,7 persen.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Pemprov DKI Jakarta, Jumat, angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan tidak lebih dari lima persen untuk masuk dalam kategori kawasan aman.

Sedangkan persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020, adalah sebesar 8,1 persen (naik dari sebelumnya 8,0 persen).

Baca juga: Jakpus tutup 25 kantor dari hasil penyidakan selama tiga minggu PSBB

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, disampaikan bahwa sampai dengan tes terakhir pada Kamis (1/10), sudah ada 1.306.824 spesimen (sebelumnya 1.298.871 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Untuk pertambahan kasus yang dilaporkan pada Jumat ini, adalah sebanyak 1.098 kasus yang merupakan hasil dari uji usap (swab test PCR) yang dilakukan pada Kamis (1/10) dengan ditemukan sebanyak 979 kasus positif serta laporan pada tanggal 29-30 September yang baru dilaporkan hari Jumat ini sebanyak 119 kasus.

Baca juga: Pemkot Jakpus jaring 975 PMKS hingga September 2020

Untuk pengujian usap (swab test) sampai dengan PCR terakhir pada Kamis (1/10), memiliki rincian dilakukan tes pada 8.359 spesimen yang di dalamnya ada 6.697 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 979 kasus positif dan 5.718 kasus negatif.

Dengan demikian, rataan tes PCR total per satu juta penduduk sebanyak 89.291. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 57.020.

Dengan pertambahan kasus positif paparan COVID-19 di Jakarta pada Jumat ini sebesar 1.098 kasus, menyebabkan total jumlah kasus konfirmasi positif sampai hari Jumat ini adalah 76.619 kasus (bertambah dari sebelumnya sebanyak 75.521 kasus).

Sementara itu, total pasien sembuh dari paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta sudah mencapai angka 62.279 setelah pada Jumat ini, terjadi pertambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 sebanyak 835 orang yang meningkatkan jumlah pasien sembuh dari paparan COVID-19 di mana jumlah sebelumnya 61.444 orang.

Baca juga: DKI optimistis aplikasi Tije TransJakarta mampu tekan COVID-19

Jumlah pasien sembuh tersebut sendiri, adalah sekitar 81,3 persen (sebelumnya 81,4 persen) dari total kasus positif yang terpantau pada Jumat ini sebesar 76.619 orang, dengan di dalamnya sebanyak 12.600 orang (meningkat 260 dari sebelumnya 12.340 orang) masih dirawat/isolasi, serta 1.740 orang (bertambah tiga dibanding sebelumnya 1.737 orang) meninggal dunia atau hanya 2,3 persen (sama seperti sebelumnya).

Dari data pertambahan pasien positif COVID-19 Jakarta selama sepekan, pertambahan sebanyak 1.098 kasus pada Jumat ini, lebih tinggi dibandingkan pertambahan pada Rabu (30/9) sebanyak 1.059 kasus, dan pada Senin (28/9) sebanyak 807 kasus.

Namun lebih rendah dibandingkan pertambahan pada Kamis (1/10) sebanyak 1.153 kasus, pada Selasa (29/9) sebanyak 1.132 kasus, pada Minggu (27/9) sebanyak 1.186 kasus, pada Sabtu (26/9) sebanyak 1.257 kasus, pada Jumat (25/9) sebanyak 1.289 kasus, kemudian pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020