Denpasar (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa pagi bertolak menuju Nusa Tenggara Baratuntuk meluncurkan program Indonesia bebas pemadaman bergilir.

Presiden meninggalkan bandara Ngurah Rai, Denpasar sekitar pukul 09.30 wita.

Turut serta dalam rombongan Kepala Negara antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Menteri ESDM Darwin Z Saleh, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Juru Bicara Kepresidenan Julian A Pasha dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah yang menggantikan Dino Patti Djalal.

Sebelumnya Juru Bicara Pemprov NTB Lalu Moh Faozal mengatakan semula program itu dijadwalkan diluncurkan Wakil Presiden Boediono awal Juli 2010, namun pada akhirnya dibatalkan dan Presiden yang akan melakukan peluncuran tersebut.

"Kegiatan kunjungan Presiden ke NTB akan dipusatkan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, yang dipadukan dengan penyerahan dana tanggungjawab sosial (CSR) PT PLN NTB untuk 37 kelompok penerima," ujarnya.

Sementara itu menjelang kedatangan Kepala Negara, Manajemen PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat mengakhiri kebijakan pemadaman bergilir mulai 1 Juli 2010.

PLN Wilayah NTB itu membawahi manajemen PLN Cabang Mataram, Sektor Lombok, Sistem Bima dan Sistem Sumbawa.

Sebelumnya, di Bali, Presiden menghadiri Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional di Istana Tampaksiring.

Acara tahunan yang telah dimulai sejak 2006 itu dimaksudkan untuk menanamkan jiwa berkesenian pada anak.

Seusai menghadiri Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional, Presiden melakukan pertemuan dengan Penasehat Khusus untuk Sekretaris Jenderal PBB bidang perubahan iklim George SorosM

Senin malam, Kepala Negara melakukan pertemuan dengan para budayawan. Pertemuan itu membahas mengenai upaya memperkenalkan seni kepada anak untuk membentuk pola pikir yang luhur.

Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta, Selasa siang.
(G003/A024)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2010