Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat sebanyak 27.960.917 orang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis ketiga setelah bertambah 669.139 orang.

Menurut data Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta pada Selasa, jumlah orang yang mendapatkan dosis lengkap bertambah 227.644 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 161.761.633 orang.

Sedangkan sebanyak 197.660.336 orang sudah mendapat dosis pertama setelah bertambah sebanyak 119.894 orang.

Baca juga: Capaian vaksinasi bantu beri perlindungan saat pelonggaran aktivitas

Satgas menyebutkan jumlah orang yang menjadi target sasaran dari vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan pemerintah mencapai 208.265.720 orang.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menekankan untuk melindungi masyarakat dari penularan COVID-19 di tengah-tengah aktivitas mudik, pihaknya sudah memastikan jumlah vaksin yang tersedia memadai.

"Yang ingin kami pastikan bahwa dari Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin. Jadi kalaupun ada daerah yang mungkin sudah mulai menipis, tapi kami yakinkan bahwa kami akan segera me-'refill' dan mendistribusikan," kata Nadia.

Baca juga: Satgas siapkan skenario prokes di pusat perbelanjaan jelang lebaran

Dia juga mengatakan bahwa manfaat vaksinasi booster tidak hanya melindungi pada saat pemudik berada di jalan, tetapi hingga berkumpul bersama keluarga setibanya di lokasi tujuan.

Untuk memastikan seluruh anggota keluarga dapat melakukan mudik dan mengikuti Lebaran dengan nyaman, Nadia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi booster.

Sebab, vaksin booster tidak dapat menjamin melindungi diri 100 persen dari COVID-19. Setiap pihak harus terus mengimbanginya dengan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Epidemiolog: Perlu terobosan percepat vaksinasi di bulan Ramadhan

"Jangan sampai di tengah jalan merasakan efek samping demam, mual, itu kan tidak enak sekali. Padahal kita mau senang-senang ya kalau mudik berkumpul dengan keluarga," ujar dia.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022