Mogadishu (ANTARA) - Drama pembebasan sandera di Hotel Hayat di ibu kota Somalia, Mogadishu, telah menewaskan 12 orang, kata seorang pejabat intelijen, Sabtu.

Hotel tersebut menjadi target serangan kelompok militan Al Shabaab dan berujung pada penyanderaan.

Para penyerang meledakkan dua bom mobil di hotel itu pada Jumat sebelum masuk ke dalam sambil menembakkan senjata dan menduduki hotel.

"Sejauh ini kami telah memastikan 12 orang, sebagian besar warga sipil, tewas," kata sang pejabat yang menyebut dirinya dengan satu nama, Mohammed.

Baca juga: Bom mobil bunuh diri di Somalia tewaskan 20 orang

"Operasi (pembebasan) hampir selesai tetapi sekarang masih berlangsung," katanya.

Suara ledakan terdengar pada malam itu ketika pasukan pemerintah berusaha merebut kendali hotel dari para milisi, kata sejumlah saksi.

Sebagian besar bangunan hotel rusak dalam pertempuran, kata mereka.

Al Shabaab, yang dikaitkan dengan Al Qaida, mengaku bertanggung jawab atas serangan di hotel itu, menurut Kelompok Intelijen SITE yang memantau pernyataan dari kelompok militan tersebut.

Al Shabaab telah bertempur untuk menggulingkan pemerintah di Somalia selama lebih dari 10 tahun.

Hotel Hayat adalah tempat populer di kalangan anggota parlemen dan pejabat pemerintah, tetapi belum ada informasi apakah ada di antara mereka yang dijadikan sandera.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kisah bocah Somalia yang menyamar jadi siswa untuk mendapat makanan
Baca juga: PBB: Somalia terancam bencana kelaparan saat kekeringan yang memburuk

Pewarta: Anton Santoso
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022