Jakarta (ANTARA) - Salah satu korban penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat berinisial T (50) sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Agung, Jakarta Selatan.

"Iya benar, tadi atas nama bapak inisial T datang dengan keluhan. Kerjanya di MUI, tempat ada penembakan," kata Dokter Jaga IGD Rumah Sakit Agung dr. Elshita kepada wartawan, di Jakarta, Selasa.

Elshita menerangkan pasien T datang ke rumah sakit sekitar pukul 11.00 WIB dengan kondisi lukanya yang penuh darah.

Pasien saat itu, kata dia, mengaku mendapat luka itu dari pecahan kaca.

Kemudian pihaknya langsung melakukan tindakan dengan menjahit luka korban sebanyak 10 jahitan luar dan dibalut dengan kain.

Baca juga: MUI: Salah satu korban penembakan mengalami 10 jahitan di tangan

Tak sendiri, menurut Elshita saat itu T datang bersama dua hingga tiga orang rekan kerjanya selama menjalani pengobatan di rumah sakit.

"Kondisi tidak ada pusing, tidak ada mual muntah. Cuma memang di bagian lengan kirinya ada bagian luka robek sekitar 10 sentimeter (cm)," tambahnya.

Elshita menjelaskan berdasarkan pengakuan T, saat itu korban mau menubruk pelaku penembakan sebagai pengamanan, namun ternyata pelaku membawa senjata sehingga T lari dan terjatuh mengenai kaca.

"Katanya pelakunya itu sempat ngobrol sama satpam ya, mungkin cari situasi dulu kemudian tiba-tiba serangan," katanya. 

Dia menambahkan penanganan luka tersebut menghabiskan waktu selama dua jam mulai dari 11.00 hingga 13.00 WIB sehingga saat itu sudah diperbolehkan untuk pulang dan diwajibkan kontrol sesuai jadwal.

Baca juga: RS Polri autopsi jenazah pelaku penembakan di kantor MUI

Sebelumnya, korban penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah dibawa ke Rumah Sakit Agung, Jakarta Selatan.

"Korban dirawat di RS Agung Manggarai, Jakarta Selatan dan satu lagi masih dimintai keterangan," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Arif Fahrudin.

Berdasarkan keterangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan, kedua korban adalah keamanan (security) MUI Bambang Nugraha dan Tri.

Dari informasi yang dihimpun ANTARA, penembakan oleh orang tak dikenal diduga menggunakan air softgun. Kaca menuju pintu masuk kantor MUI pecah.

Baca juga: MUI: Insiden penembakan tidak menyurutkan semangat persatukan umat

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2023