Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Kamis (Jumat pagi WIB), berakhir di tingkat tertinggi baru dalam enam bulan terakhir.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 1,9 dolar AS atau 0,14 persen menjadi menetap di 1.372,4 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Data ekonomi AS yang dirilis Kamis mendukung harga emas. Klaim pengangguran mingguan AS turun ke tingkat terendah tiga bulan terakhir 315.000 dan penjualan ritel AS naik 0,3 persen pada Februari, kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir.

Namun demikian, data ekonomi AS yang positif mengalah terhadap meningkatnya ketegangan di Ukraina dan data ekonomi suram dari China. Analis pasar percaya bahwa Ukraina adalah faktor besar yang mencegah harga emas jatuh saat ini.

Produksi industri China pada Januari-Februari naik 8,6 persen tahun ke tahun, lebih rendah dari harapan pasar sebesar 9,5 persen dan penjualan ritel naik 11,8 persen tahun ke tahun, gagal memenuhi perkiraan kenaikan 13,5 persen.

Analis khawatir bahwa perlambatan ekonomi di China dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.

Beberapa analis pasar berpendapat bahwa emas dapat mempertahankan tren kenaikan dengan latar belakang politik saat ini, sementara yang lain bersikeras emas tidak mungkin untuk naik lebih jauh kecuali berdiri di atas 1.376 dolar per ounce.

Perak untuk pengiriman Mei turun 16 sen atau 0,75 persen menjadi ditutup pada 21,198 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 3,1 dolar AS atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 1.479,4 dolar AS per ounce.


Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2014