Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) dan Mabes Polri melakukan Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 dan Modus Operandi Tindak Kejahatan Terhadap Mata Uang Rupiah di KBRI Kuala Lumpur, Jumat malam (27/7).

Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Bank Indonesia Hernowo dan Reserse Bagian Uang Palsu Mabes Polri AKBP Yacobus.

Kegiatan tersebut diikuti atase dan koordinator fungsi di KBRI Kuala Lumpur, home staf, lokal staf, guru dan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Hernowo dalam penjelasannya mengatakan sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan 11 emisi baru atau mata uang baru yang sudah diedarkan oleh Bank Indonesia kepada WNI di luar negeri sesuai amanat undang-undang.

"Dari 11 emisi baru tersebut tujuh di antaranya merupakan uang kertas bertemakan pahlawan. Sosialisasi kami pandang perlu karena bapak-bapak dan ibu-ibu suatu saat akan kembali ke Indonesia," katanya.

Hernowo dalam semester ini uang palsu terjadi delapan lembar dari satu juta sedangkan di luar negeri 15 lembar per satu juta.

Koordinator Fungsi Perekonomian KBRI Kuala Lumpur Krisna Hannan menyampaikan terima atas kunjungan pejabat BI dan Mabes Polri ke KBRI Kuala Lumpur.

"Acara ini sangat perlu agar kita bisa mengetahui kalau BI sudah mengeluarkan uang baru sehingga kita bisa terhindar dari uang palsu," katanya.

Kepala Kanselir KBRI Kuala Lumpur ini mengatakan lalu lintas mobilitas warga Indonesia dan Malaysia perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang uang asli dan palsu.

Reserse Bagian Uang Palsu Mabes Polri AKBP Yacobus dalam penjelasannya mengatakan tersangka yang tertangkap dalam kasus uang palsu lima tahun terakhir adalah 108 orang (2013), 81 orang (2014), 119 orang (2015), 101 orang (2016), 142 orang (2017) dan 55 orang hingga Juni 2018.

Pada kesempatan tersebut peserta diberi kesempatan mengetahui langsung perbedaan uang asli dan palsu dengan peralatan yang dibawa oleh BI.

Baca juga: Temuan uang palsu di Malang meningkat
Baca juga: Dalam 1 juta lembar uang ada tujuh lembar yang palsu
Baca juga: Uang palsu terbanyak beredar di Jabodetabek

 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018