London (ANTARA) - Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (10/5/2023), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London jatuh 0,29 persen atau 22,76 poin menjadi menetap di 7.741,33 poin.

Indeks FTSE 100 merosot 0,18 persen atau 14,29 poin menjadi 7.764,09 poin pada Selasa (9/5/2023), setelah terkerek 0,98 persen atau 75,74 poin menjadi 7.778,38 poin pada Jumat (5/5/2023), dan berkurang 1,10 persen atau 85,73 poin menjadi 7.702,64 poin pada Kamis (4/5/2023).

Pasar saham London ditutup pada Senin (8/5/2023) untuk hari libur bank.

Polymetal International PLC, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya menukik 24,64 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia Evraz PLC terjungkal 12,59 persen; serta perusahaan layanan pos dan kurir multinasional Inggris International Distributions Services PLC anjlok 4,37 persen.

Sementara itu, Melrose Industries PLC, sebuah perusahaan manufaktur Inggris yang berspesialisasi dalam membeli, berinvestasi, dan mendivestasi perusahaan teknik, melonjak 4,78 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan industri kedirgantaraan dan pertahanan multinasional Inggris Rolls-Royce Holdings PLC yang meningkat 3,07 persen; serta perusahaan distributor produk industri dan elektronik Inggris, RS Group PLC, sebelumnya bernama Electrocomponents PLC, menguat 2,09 persen.

Baca juga: Saham Prancis rugi hari kedua, indeks CAC 40 terpangkas 0,49 persen
Baca juga: Saham Jerman berbalik melemah, indeks DAX 40 merosot 0,37 persen
Baca juga: Saham Asia melemah di tengah kegelisahan menjelang data inflasi AS

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2023